Senin, 17 Juni 2013
Pengobatan Herbal Kanker Payudara
Pengobatan Herbal Kanker Payudara - Ada beberapa penerapan dan cara pengobatan kanker payudara yang tergantung dari pada sampai ditahap stadium apa kanker ini anda derita. Beberapa jenis pengobatan yang dapat anda lakukan :
Mastektomi
Mastektomi adalah operasi dengan cara pengangkatan payudara. Terdapat 3 jenis mastektomi yaitu : Pengangkatan payudara secara keseluruhan atau disebut juga Modified Radical Mastectomu yaitu operasi pengangkatan seluruh payudara, jaringan payudara di tulang dada, tulang selangka dan tulang iga, serta benjolan di sekitar ketiak.
* Total (Simple) Mastectomy, yaitu operasi dengan cara pengangkatan seluruh payudara saja, tetapi bukan kelenjar di ketiak.
* Radical Mastectomy, yaitu operasi pengangkatan sebagian dari payudara. Biasanya disebut lumpectomy, yaitu pengangkatan hanya pada bagian jaringan yang mengandung sel kanker, bukan seluruh payudara. Operasi ini biasanya selalu diikuti dengan pemberian radioterapi. Biasanya lumpectomy direkomendasikan pada pasien yang besar tumornya kurang dari 2 cm dan letaknya di pinggir payudara.
Radiasi
Penyinaran / radiasi adalah proses penyinaran pada wilayah / daerah yang terkena kanker dengan menggunakan sinar gamma dan sinar x yang tujuannya membunuh sel kanker yang masih tersisa di payudara setelah operas. Adapun efek dari pengobatan ini tubuh melemah, nafsu makan berkurang, warna kulit di sekitar payudara menjadi lebih hitam serta leukosit dan Hb menurun sebagai akibat dari radiasi.
Kemoterapi
Kemoterapi adalah proses pemberian obat obatan sebagai anti kanker atau sitokina berbentuk pil cair atau kapsul melalui infus yang bertujuan membunuh sel kanker melalui mekanisme kemotaksis. Bukan hanya sel kanker yang ada pada payudara, tapi juga di seluruh tubuh . Efek dari kemoterapi adalah pasien mengalami mual dan muntah serta rambut rontok karena pengaruh dari obat-obatan yang diberikan pada saat kemoterapi.
Lintasan metabolisme
Asam bifosfonat adalah merupakan senyawa penghambat aktivitas osteoklas dan resorpsi tulang yang sering digunakan untuk melawan kerapuhan tulang atau
osteporosis yang diinduksi oleh ovarian suppression, hiperkalsemia dan kelainan pada metabolisme tulang, menunjukkan efektivitas untuk menurunkan metastasis sel kanker ditolerir oleh tubuh, penggunaan dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping seperti osteonekrosis dan menurunnya fungsi ginjal
Dari semua cara pengobatan diatas memiliki efek samping yang tidak hanya membuat penderita penyakit kanker tidak nyaman bahkan kesakitan dan tentu saja bisa mempengaruhi mental si penderita menjadi lebih drop. Gunakan cara pengobatan herbal kanker payudaradengan mengkonsumsi produk herbal alami dan tidak mengandung bahan kimia maupun dampak dampak yang tidak menyenangkan.
Strategi pencegahan
Pada dasarnya strategi pencegahan dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu pencegahan pada lingkunngan, pada pejamu, dan milestone. Hampir setiap epidemiolog menyetujui bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit yang tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. Begitu pula pada kanker payudara, pencegahan dapat dilakukan dengan cara antara lain berupa:
Pencegahan primer
Pencegahan primer pada penyakit kanker payudara adalah salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang sehat dengan upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan mengerjakan pola hidup sehat. Pencegahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri yang dilakukan secara rutin hingga bisa memperkecil faktor risiko terkena kanker payudara.
Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan terhadap perorangan yang mempunyai risiko terkena kanker payudara. Pada setiap wanita yang normal dan memiliki siklus menstruasi yang normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan pendeteksian secara dini.
Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki tingkat akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Karena itu, skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan diantaranya adalah :
* Wanita dewasa yang sudah berusia 40 tahun dianjurkan melakukan canser risk assessement survey.
* Pada wanita yang mempunyai faktor risiko mendapat rujukan untuk melakukan mammografi setiap tahun.
* Wanita yang normal mendapat rujukan untuk mammografi setiap 2 tahun hingga mencapai usia 50 tahun.
Wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri, lebih sedikit mengalami resiko kematian dari pada wanita yang tidak melakukan SADARI.
Pencegahan tertier
Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada personal yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat bagi para penderita kanker payudara yang sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita penyakit ini. Pencegahan tertier ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah terjadinya komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap kelangsungan hidup si penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan herbal kanker payudara, dengan menggunakan obat herbal kanker payudara.



